Musrenbang CNG, Sekda Ajak Kades Lakukan Fungsi Manajemen Dalam Memimpin

0

Seru Sarolangun- Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Sarolangun Thabroni Rozali mewakili Bupati Cek Endra pada pembukaan Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG), mengajak para Kepala desa (Kades) melakukan fungsi manajemen dalam memimpin yang mengharuskan perencanaan yang baik, pengorganisasian dan pengawasan atas perencanaan yang dirumuskan bersama. Acara musyawarah tahunan tersebut digelar di aula kantor Camat CNG, Selasa (19/2/2018).

“Dalam Musrenbang kita juga harus melakukan fungsi manajemen, yakni harus dengan perencanaan yang baik, pengorgansasian, dan pengawasan atas perencanaan pembangunan yang telah dirumuskan bersama”, sebut Sekda.

Lanjut Sekda, selain melakukan fungsi manajemen Kades harus
membangun desa dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan harus dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, bangun lah yang bersifat monumental”, tambah Sekda.

Menurut Sekda, tentang anggaran pembangunan, Kades tidak perlu kuatir karena sumber anggaran bukan saja dari APBD.

“Banyak sumber anggaran yang masuk ke desa, bukan hanya dari APBD, ada juga dari Pusat dan Provinsi”, jelasnya.

Sehubungan dengan Pemilu serentak 17 April 2019, Sekda mengingatkan para Kades dan perangkat desa bersikap netral,

“Kito digaji pemerintah, dalam Pemilu harus bersikap netral dan dilarang kampanye”, ucap Sekda.

Kepala BAPPEDA Dedy Hendri memaparkan tentang prioritas pembangunan, dijelaskannya tiga prioritas utama dalam pembangunan Kabupaten Sarolangun, yakni Meningkatkan pembangunan infra struktur, Peningkaan ekonomi masyarakat pada sektor yang diprioritaskan yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat dan
Meningkatkan pelayanan publik.

Dalam pemaparannya, Dedy menyebut Musrenbang menjadi
modal atau langkah awal menuju anggaran APBD Kabupaten, dimana dalam penganggaran sudah menggunakan e-planning,

“Alhamdulillah para Kades sudah mengimput usulan melalui e-planning sebagai tanda kemajuan tehnologi sudah sampai ke desa”, ungkap Dedy.

Namun diakuinya tidak semua yang diusulkan dari hasil musrenbang ini dapat diakomodir dalam satu anggaran, “Mungkin Ada yang belum terakomodir, menyangkut kewenangan provinsi, tolong sampaikan kepada Camat untuk di sampaikan kepada kami dan kami lanjutkan ke tingkat selanjutnya”, imbuhnya.

Wakil ketua DPRD Sarolangun Hapis Hasbiallah, mengajak para Kades bisa memahami bila tidak semua usulan dapat diakomodir secara langsung, menurutnya yang paling penting bagaimana pelaksanaan dalam penggunaan anggaran.

“Yang paling penting pada saat Pelaksanaan, walaupun anggaran banyak, pelaksanaan amburadul dan tidak selesai juga tidak ada artinya”, ucap Hapis.

Wakil Ketua DPRD dari Dapil 4 ini banyak menyinggung tentang pembangunan yang tidak selesai seperti jalan Panti- CNG yang dimintanya diselesaikan pada dana pemeliharaan, tapi menurutnya juga tidak dilaksanakan.

Camat CNG Jauhari, S. AP pada sambutannya menyebut, dalam mendukung program Bupati Cek Endra di bidang keagamaan yakni memakmurkan mesjid, pihaknya sudah membuat jadwal berkala gerakan sholat subuh keliling dan shalat berjamaah lima waktu di masjid.

Dalam Musrenbang ini masih menyinggung penyelesaian infrastruktur jalan Panti-Sarolangun sebagai jalur alternatif dan kelanjutan pembangunan masjid raya.

Musrenbang yang bertema
“Menuju Perencanaan Pembangunan yang Transparan dan Akuntabel” ini dihadiri oleh Kepala BAPPEDA Dedy Hendri,
Kadis Kesehatan H Adnan HS,
Kadis Perkim diwakili Sekdin Hermansyah, Kadis Parporada Muhammad Idrus, Kadis Nakertrans M Arsyad, Sekdin TPHP Jaskal, anggota DPRD Hermi, S. Sos dan
Muslim Hamzah, Polsek Limun-CNG, para Kades dan perangkat desa dan para undangan lainnya.

Sebagaimana diketahui Kecamatan CNG dimekarkan dari Kecamatan Limun tahun 2007 yang awalnya terdiri dari 6 desa dan saat ini menjadi 10 Desa dengan 12955 jiwa, 3510 Kepala keluarga dengan potensi ekonomi pada sektor pertanian. (gus)

Loading Facebook Comments ...