7 Caleg Dicoret dari DCT, Bawaslu Tunggu Gugatan Dalam Waktu 3 Hari

0

Gedung DPRD Sarolangun (ist)

SERUSAROLANGUN.COM-
7 (tujuh) orang Calon Legislatif (Caleg) Kabupaten Sarolangun yang dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT) oleh Komisi Pemilu Umum (KPU) Kabupaten Sarolangu8n, Senin (4/3/2019) diberi waktu 3 (tiga) hari kerja untuk melakukan gugatan.

7 orang Caleg tersebut adalah
anggota DPRD Sarolangun yang dicalonkan Partai berbeda pada Pemilu serentak tahun 2019, yang ditengarai masih aktif melaksanakan fungsinya, diketahui, hal ini melanggar PKPU nomor 20 tahun 2018.

Ketua Bawaslu Sarolangun Edi Martono saat dikomfirmasi Serusarolangun.com menanggapi bahwa pihaknya hanya menunggu apakah 7 Caleg tersebut melakukan gugatan atau tidak, “Bawaslu sifatnya menunggu, apakah 7 Caleg tersebut melakukan gugatan atau tidak”, ucap Edi Martono, Selasa (5/3/2019).

Lanjut Edi Martono, sesuai dengan Peraturan dan perundangan Pemilu, Caleg yang dicoret dari DCT diberi waktu 3 (tiga) hari kerja untuk melakukan gugatan, ” Caleg yang dicoret dari DCT diberi waktu 3 (tiga) hari kerja untuk melakukan gugatan terhitung tiga hari setelah diputuskan, lewat dari 3 hari gugatan tidak diterima”, tambah Edi Martono.

Ketua KPU Sarolangun M Fakhri menyebut pencoretan 7 DCT itu setelah keluarnya surat keputusan KPU RI Nomor 270/PL.01.4-sd /06/KPU/II/2019 tentang penjelasan status Caleg pindah partai dan masih aktif di DPRD Kabupaten Sarolangun.

“7 caleg kita coret dari DCT setelah keluarnya keputusan KPU RI Nomor 270/PL.01.4-sd /06/KPU/II/2019”, sebut Fakhri, Selasa (5/3/2019).

Lanjut Fakhri, Keputusan KPU Sarolangun sudah final, namun 7 Caleg tersebut bisa melakukan upaya hukum, “Kalau sudah dicoret dari DCT, itu keputusan final, namun 7 orang tersebut bisa saja melakukan upaya hukum”, tambah Fakhri.

Menurut Imformasi yang dihimpun Serusarolangun.com pencoretan 7 Caleg tersebut tertuang dalam keputusan KPU Sarolangun Nomor 45/HK.03.1-kpt/1503/KPU-Kab /III/2019, yakni Muhammad Syaihu (Demokrat), Jannatul Firdaus (Partai Golkar), Azakil Asmi (Partai Golkar), Mulyadi, (PKB), Aang Purnama (Demokrat), Hapis (PPP) dan Cik Marleni (Partai Golkar).

Dari pantauan Serusarolangun.com, hingga berita ini diterbitkan belum ada imformasi upaya hukum atau gugatan dari 7 Caleg yang dicoret dari DCT tersebut. (gus)

Loading Facebook Comments ...