Sungai Bahar “Diserbu” PSK, Pengidap HIV/AIDS Meningkat di MuaroJambi

0
Foto: Ilustrasi PSK di lokalisasi

SERUSAROLANGUN.COM,Sengeti – Pekerja seks komersial (PSK) sudah “menyerbu” Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi. Praktek prostitusi di kecamatan ini mulai merebak dari warung remang-remang hingga indekos plus-plus.

Dikutip dari laman Serujambi.com, (grup Serusarolangun.com),  Minggu (4/11/2018), maraknya prostitusi di Bahar membuat warga setempat mulai resah. Apalagi, lokasi warung remang-remang penyedia wanita PSK kian menjamur.

Desnad, tokoh masyarakat Sungai Bahar menegaskan, saat ini praktek prostitusi tidak hanya ada di warung remang-remang. Akan tetapi, rumah hingga kos-kosan pun sudah menyediakan PSK. Saat disinggung mengenai penindakan praktek prostitusi yang ada di Sungai Bahar ini oleh pihak Satpol PP, Desnad membeberkan bahwa beberapa waktu lalu Satpol PP pernah datang ke Sungai Bahar.

“Satpol PP dulu pernah datang, cuma melihat saja bukan menindak,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Sungai Bahar, AKP Hardianto, mengatakan, pihak kepolisian Sungai Bahar sudah pernah melakukan razia praktek prostitusi di unit 5 Panca Bhakti. Bahkan, juga sudah memperingati agar tempat tersebut tidak dibuka lagi.

“Kita bersama pihak kecamatan sudah sering melakukan razia terhadap prostitusi atau sering disebut ‘poco-poco’ ini. Namun sayangnya, pelaku prostitusi masih saja membandel. Pemda ke mana?” tandasnya.

Terpisah, Rahmat Hidayat Asril, Ketua Ikatan Mahasiswa Sungai Bahar (IMABA) juga menanggapi hal tersebut. Ia menyampaikan bahwa pratek prostitusi itu hingga kini memang masih berlangsung. Padahal, dari pihak IMABA sudah pernah menyurati Bupati Muarojambi, Masnah Busro, agar menindaki praktek prostitusi di Sungai Bahar ini.

“Pada 19 Agustus 2018 lalu, kami dari IMABA pernah menyurati Bupati Muarojambi. Namun, itu tidak ada hasilnya. Lihat aja sekarang praktek prostitusi itu masih saja berjalan. Apalagi saat ini juga sedang berlangsung MTQ tingkat kecamatan yang tidak jauh dari lokasi prostitusi tersebut. Kami harapkan Pemerintah Muarojambi serius menangani permasalahan ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Muarojambi maupun Satpol PP Kabupaten Muarojambi.

Informasi didapat, menjamurnya PSK di Sungai Bahar erat kaitannya dengan penutupan lokalisasi Payo Sigadung oleh Walikota Jambi SY Fasha. Beberapa saat setelah Payo Sigadung alias Pucuk ditutup, para PSK berhambur keluar dari lokalisasi itu.

Sebagian ada yang pulang ke kampung halaman, sebagian menyebar ke daerah daerah pinggiran Kota Jambi, dan sebagian lagi masih bertahan di Pucuk. (**)

Loading Facebook Comments ...